Drawing No. : 47602026_DraftingLashingPlan
- Ukuran : Container 40 feet
- Jumlah Mesin yang bisa di tampung : 3
- Type Gambar : Desain Lashing Plan Flat Rack 40 Feet
- Qty : 44 Unit
- Keterangan Lain :
- Kode Gambar : K001
Apa Itu Lashing Plan?
Lashing Plan adalah dokumen teknis atau skema yang merinci bagaimana muatan di atas kapal (terutama kapal kontainer, flat rack, atau kargo umum) harus diikat dan diamankan. Tujuan utamanya adalah mencegah pergeseran, penggulingan, atau kerusakan muatan akibat gaya eksternal selama pelayaran.
Saat di laut, kapal menghadapi enam jenis pergerakan (rolling, pitching, heaving, surging, swaying, dan yawing). Tanpa rencana pengikatan yang tepat, gaya inersia dari pergerakan ini bisa dengan mudah memutuskan tali baja atau merusak struktur kontainer.
Komponen Utama dalam Lashing Plan
Sebuah rencana pengikatan yang baik harus mencakup detail berikut:
1. Titik Tambat (Lashing Points)
Menentukan di mana tali atau rantai akan dikaitkan pada muatan dan pada struktur kapal (D-rings, cloverleaf, atau lashing eyes).
2. Peralatan Pengaman (Securing Gear)
Daftar alat yang digunakan, seperti:
- Turnbuckles: Untuk mengencangkan ikatan.
- Lashing Bars/Rods: Batang besi panjang untuk menjaga stabilitas tumpukan kontainer.
- Twistlocks: Mengunci sudut-sudut kontainer agar menyatu.
- Webbing Straps/Chains: Untuk kargo non-kontainer yang berat.
3. Sudut Pengikatan (Lashing Angles)
Sudut tarikan sangat menentukan efektivitas pengikatan. Sudut yang terlalu datar tidak akan menahan gaya vertikal, sementara sudut yang terlalu tegak tidak akan menahan pergeseran horizontal.
4. Perhitungan MSL (Maximum Securing Load)
Setiap alat lashing memiliki kapasitas beban maksimum. Perhitungan harus memastikan bahwa total MSL dari semua ikatan lebih besar dari gaya yang dihasilkan oleh berat muatan saat kapal bergoyang ekstrem.
Langkah-Langkah Menyusun Lashing Plan
Untuk membuat rencana yang akurat, biasanya digunakan perangkat lunak khusus atau panduan dari Cargo Securing Manual (CSM) milik kapal. Langkah umumnya meliputi:
- Identifikasi Karakteristik Muatan: Berat, dimensi, dan pusat gravitasi (Center of Gravity).
- Analisis Rute Pelayaran: Mempertimbangkan kondisi cuaca dan tinggi gelombang yang mungkin dihadapi (misalnya, rute Atlantik Utara membutuhkan pengamanan lebih ketat dibanding rute tropis).
- Distribusi Beban: Memastikan beban terbagi rata dan tidak melebihi kekuatan dek (permissible deck load).
- Visualisasi Skema: Membuat diagram yang menunjukkan jumlah ikatan, arah tarikan, dan jenis alat yang digunakan.
Mengapa Lashing Plan Sangat Penting?
- Keselamatan Kru & Kapal: Muatan yang lepas dapat menyebabkan kapal miring secara berbahaya atau bahkan terbalik.
- Mencegah Kerugian Finansial: Kerusakan kargo berarti klaim asuransi yang mahal dan rusaknya reputasi perusahaan logistik.
- Kepatuhan Regulasi: Berdasarkan regula
Tidak ada komentar:
Posting Komentar