Mengenal Gelato: Sensasi Manis dari Italia yang Berbeda dari Es Krim

Sering kali disamakan dengan es krim, gelato adalah hidangan penutup beku khas Italia yang memiliki keistimewaan tersendiri. Nama "gelato" sendiri berasal dari bahasa Italia yang berarti "beku". Meskipun penampilannya serupa, perbedaan mendasar dalam bahan, proses pembuatan, dan tekstur menjadikannya salah satu hidangan manis yang paling dicintai di seluruh dunia.

Sejarah Singkat Gelato

Sejarah gelato dapat ditelusuri hingga zaman Romawi dan Persia kuno, yang membuat hidangan beku dari salju dan es yang dicampur dengan buah-buahan dan madu. Namun, gelato modern yang kita kenal sekarang dipercaya diciptakan di Florence, Italia, pada abad ke-16. Seniman dan arsitek bernama Bernardo Buontalenti sering dianggap sebagai "bapak" gelato. Ia menciptakan hidangan beku yang lembut dan krimi untuk jamuan makan bangsawan. Penemuan ini kemudian dipopulerkan oleh nelayan Sisilia, Francesco Procopio dei Coltelli, yang membuka kafe pertama di Paris pada tahun 1686 yang menjual gelato, membantu menyebarkan kepopulerannya ke seluruh Eropa.

Apa Bedanya dengan Es Krim?

Meskipun keduanya adalah hidangan penutup beku, ada tiga perbedaan utama antara gelato dan es krim:

  1. Kandungan Lemak: Perbedaan paling signifikan terletak pada kadar lemaknya. Gelato umumnya memiliki kandungan lemak yang jauh lebih rendah (sekitar 4-8%) dibandingkan es krim (10-18%). Ini karena gelato dibuat dengan lebih banyak susu daripada krim, sementara es krim menggunakan lebih banyak krim dan kuning telur.

  2. Kandungan Udara (Overrun): Proses pembuatan gelato melibatkan pengadukan yang lebih lambat dan lebih sedikit, sehingga udara yang masuk ke dalam adonan lebih sedikit. Hasilnya, gelato terasa lebih padat dan dense dibandingkan es krim yang ringan dan lembut karena kandungan udaranya yang lebih tinggi.

  3. Suhu Penyajian: Gelato disajikan pada suhu yang sedikit lebih hangat daripada es krim. Suhu yang lebih hangat ini membuat teksturnya lebih lembut dan creamy, serta memungkinkan rasa dari bahan-bahan alaminya terasa lebih kuat dan pekat di lidah.

Rasa dan Variasi Populer

Berkat teksturnya yang padat dan rasanya yang kuat, gelato memungkinkan berbagai variasi rasa yang kaya, dari yang tradisional hingga yang unik. Beberapa rasa gelato yang paling populer, baik di Italia maupun di seluruh dunia, antara lain:

  • Pistacchio: Rasa pistachio yang otentik, sering kali dengan sentuhan rasa kacang panggang.

  • Stracciatella: Perpaduan rasa vanila susu yang klasik dengan serpihan cokelat renyah.

  • Cioccolato: Cokelat yang pekat dan intens.

  • Fior di Latte: Rasa "bunga susu" yang sederhana, menonjolkan kekayaan rasa susu murni.

  • Buah-buahan: Berbagai rasa buah segar seperti strawberry, mangga, lemon (limone), dan raspberry.

Selain rasa klasik, banyak toko gelato modern berinovasi dengan rasa-rasa unik, seperti matcha, earl grey, hingga rasa lokal seperti martabak atau tempe di beberapa gerai di Indonesia.

Dengan tekstur yang lembut, rasa yang intens, dan kandungan lemak yang lebih rendah, gelato menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dari es krim. Tidak heran jika hidangan manis ini terus memikat hati para penikmat makanan di mana pun berada.


#gelato

#gelato_Italy