Drawing Kanopy Parking Area - PT.Panjimas - Gresik


 


Sejarah Parkir: Dari Kereta Kuda hingga Gedung Bertingkat

Parkir adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan modern, tetapi pernahkah Anda berpikir kapan dan bagaimana konsep ini muncul? Sejarah parkir sebenarnya dimulai jauh sebelum mobil diciptakan. Kebutuhan untuk "memarkir" atau menempatkan kendaraan di tempat tertentu sudah ada sejak manusia menggunakan alat transportasi.

Era Pra-Mobil: Kuda dan Kereta

Jauh sebelum penemuan mobil, kendaraan utama adalah kuda dan kereta. Pada era ini, kebutuhan untuk "parkir" muncul di tempat-tempat seperti kedai minum, penginapan, dan pusat kota. Para pengendara kuda membutuhkan tempat untuk menambatkan kuda mereka. Kuda-kuda ini sering kali diposisikan berjejer rapi, mirip dengan deretan mobil yang diparkir hari ini. Praktik ini menjadi cikal bakal dari apa yang kemudian kita sebut sebagai "parkir".

Revolusi Industri dan Kelahiran Mobil

Awal abad ke-20 menjadi titik balik dalam sejarah parkir. Dengan penemuan sistem jalur perakitan oleh Henry Ford, produksi mobil meningkat pesat. Kendaraan bermotor tidak lagi menjadi barang mewah, melainkan alat transportasi massal yang memenuhi jalanan kota. Ledakan populasi mobil ini menciptakan masalah baru: ke mana semua kendaraan ini akan diparkir?

Pada awalnya, pemilik mobil memarkirkan kendaraan mereka di pinggir jalan atau di depan rumah mereka sendiri. Namun, seiring bertambahnya jumlah mobil, parkir di jalanan mulai menimbulkan kemacetan dan mengganggu arus lalu lintas. Inilah yang mendorong para inovator untuk mencari solusi baru.

Inovasi Parkir Modern: Meteran dan Gedung Parkir

  • Meteran Parkir Pertama: Untuk mengatasi masalah parkir yang tidak teratur, meteran parkir pertama kali diciptakan oleh seorang pengacara dan penerbit bernama Carl Magee di Oklahoma City, Amerika Serikat, pada tahun 1935. Meteran ini menjadi cara mekanis untuk membatasi durasi parkir dan memungut biaya, yang kemudian menjadi populer di seluruh dunia.

  • Gedung Parkir (Parking Garage): Solusi lain yang muncul adalah pembangunan gedung parkir atau parking garage. Pada tahun 1950-an, Amerika Serikat mengalami ledakan konstruksi gedung parkir untuk mengakomodasi pekerja dan pembeli yang datang ke pusat kota. Gedung-gedung ini memungkinkan penempatan kendaraan dalam jumlah besar di lahan yang terbatas, baik di atas maupun di bawah tanah.

Perkembangan Parkir di Indonesia

Di Indonesia, sejarah parkir juga sejalan dengan perkembangan volume kendaraan. Pada tahun 1950-an, ketika jumlah mobil mulai meningkat, aktivitas parkir di Jakarta dikenal dengan sebutan "jaga otto", di mana "otto" merujuk pada mobil. Para "jaga otto" adalah individu atau kelompok yang mengelola parkir secara swadaya di pinggir jalan.

Baru pada era Gubernur Ali Sadikin di tahun 1970-an, pemerintah DKI Jakarta mulai menata sistem parkir dengan mendirikan Unit Pengelola (UP) Perparkiran. Sejak saat itu, regulasi dan pengelolaan parkir terus berkembang, seiring dengan munculnya perusahaan parkir swasta dan teknologi baru seperti parkir otomatis dan pembayaran digital.

Parkir

Dari sekadar menambatkan kuda di depan penginapan hingga sistem parkir otomatis yang canggih, sejarah parkir mencerminkan bagaimana manusia beradaptasi dengan perubahan teknologi transportasi. Apa yang dulunya merupakan kebutuhan sederhana, kini telah menjadi industri global yang kompleks, terus berinovasi untuk mengatasi tantangan ruang yang semakin terbatas di perkotaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar